Close Menu
Nawawi News SiteNawawi News Site
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Breaking News
    • Headline
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Ragam

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hijrah dari Kebaikan Menuju Keberkahan: Relevansi Tahun Baru Islam dalam Kehidupan Berbangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

June 16, 2026

Imbas Dugaan Korupsi Proyek RKB, PERMA Labusel Desak Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Labusel

June 2, 2026

Skandal Disdik Labuhanbatu Meledak: AMPK SU Desak Kejatisu Periksa Kadis AJP Terkait Pungli Proyek dan Jual Beli Jabatan

June 2, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Nawawi News SiteNawawi News Site
Subscribe
  • Home
  • Internasional
  • Nasional

    Pesta Rakyat 2025: BULOG Unjuk Gigi, Pangan Nasional Makin Kuat!

    August 24, 2025

    Hasil Penelitian Temukan Sertipikat Berada di Luar Garis Pantai, Kementerian ATR/BPN Akan Lakukan Proses Pembatalan

    January 24, 2025

    Kementerian ATR/BPN Investigasi Polemik Sertipikat HGB di Lokasi Pagar Laut

    January 24, 2025

    Menteri Nusron Ditunjuk sebagai Waka Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional

    January 24, 2025

    Girik Tidak Akan Berlaku Lagi di Tahun 2026, Begini Tanggapan Kementerian ATR/BPN

    January 24, 2025
  • Breaking News
    1. Headline
    2. View All

    Imbas Dugaan Korupsi Proyek RKB, PERMA Labusel Desak Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Labusel

    June 2, 2026

    Rianto SH MH Terpilih Aklamasi, Pimpin JMSI Sumut 2025–2030

    October 2, 2025

    Muhammad Nuh Ungkap Strategi di Balik Keberhasilan Geopark Kaldera Toba Raih Kembali ‘Green Card’ UNESCO

    September 13, 2025

    Mata Uang BRICS Unjuk Gigi! Desainnya Unik, Simbol Perlawanan ke Dolar AS?

    August 23, 2025

    Imbas Dugaan Korupsi Proyek RKB, PERMA Labusel Desak Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Labusel

    June 2, 2026

    Skandal Disdik Labuhanbatu Meledak: AMPK SU Desak Kejatisu Periksa Kadis AJP Terkait Pungli Proyek dan Jual Beli Jabatan

    June 2, 2026

    Rianto SH MH Terpilih Aklamasi, Pimpin JMSI Sumut 2025–2030

    October 2, 2025

    Muhammad Nuh Ungkap Strategi di Balik Keberhasilan Geopark Kaldera Toba Raih Kembali ‘Green Card’ UNESCO

    September 13, 2025
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Ragam
Nawawi News SiteNawawi News Site
Home » Hijrah dari Kebaikan Menuju Keberkahan: Relevansi Tahun Baru Islam dalam Kehidupan Berbangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045
Ragam

Hijrah dari Kebaikan Menuju Keberkahan: Relevansi Tahun Baru Islam dalam Kehidupan Berbangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

Oleh: Dr. Iwan Nasution, M.HI (Dosen Fak. Syariah dan Hukum dan Pasca Sarjana UIN Sumatera Utara Medan - Akademisi Persatuan Islam (PERSIS) Sumut)
SyahtoBy SyahtoJune 16, 202607 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Reddit Email
Hijrah dari Kebaikan Menuju Keberkahan: Relevansi Tahun Baru Islam dalam Kehidupan Berbangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045
Oleh: Dr. Iwan Nasution, M.HI (Dosen Fak. Syariah dan Hukum dan Pasca Sarjana UIN Sumatera Utara Medan - Akademisi Persatuan Islam (PERSIS) Sumut)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

NAWAWI NEWS – Setiap pergantian tahun selalu menghadirkan harapan baru di tengah-tengah masyarakat. Bagi umat Islam, momen Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender semata, melainkan sebuah momentum krusial untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki berbagai kesalahan, dan memperkuat komitmen menuju kehidupan yang jauh lebih baik.

Tahun Baru Islam senantiasa mengingatkan kita pada peristiwa monumental hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa sejarah yang tidak hanya mengubah arah perjalanan dakwah Islam, tetapi juga menjadi tonggak awal lahirnya peradaban yang menjunjung tinggi nilai keadilan, persaudaraan, dan kemajuan.

Dalam konteks kehidupan modern saat ini, makna hijrah tidak lagi dipahami semata-mata sebagai perpindahan tempat secara fisik. Lebih luas dari itu, hijrah diartikan sebagai perpindahan dari keburukan menuju kebaikan, dari kemalasan menuju produktivitas, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari kehidupan yang biasa menuju kehidupan yang penuh dengan keberkahan.

Oleh karena itu, semangat hijrah menjadi sangat relevan untuk dijadikan sebagai landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi Indonesia yang sedang menatap cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

Makna Hijrah dalam Perspektif Islam

Hijrah merupakan salah satu konsep penting dalam ajaran Islam. Secara bahasa, hijrah berarti meninggalkan atau berpindah. Namun secara makna, hijrah mencakup perubahan sikap, perilaku, dan cara hidup menuju keadaan yang lebih baik.

Hijrah, dalam kamus Al-Munawir Arab-Indonesia, berarti pindah ke negeri lain, hijrah dan migrasi. Kata ini berasal dari kata dasar hajara-yahjuru yang berarti memutuskan dan meninggalkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dalam bentuk nominal hijrah diartikan dengan perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy, Makkah.

Dalam bentuk verbal, diartikan berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya).

Terkait hal tersebut, Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218)

Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah merupakan bagian dari perjalanan spiritual dan sosial seorang mukmin untuk memperoleh rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Rasulullah SAW juga menjelaskan makna hijrah yang lebih luas dalam sebuah hadis:

“Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa hijrah sejatinya adalah proses perubahan diri yang terus-menerus. Seseorang yang mampu meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadahnya sesungguhnya sedang menjalani proses hijrah.

Pandangan Ulama tentang Hakikat Hijrah

Para ulama menjelaskan bahwa hijrah tidak berhenti pada peristiwa sejarah yang terjadi lebih dari empat belas abad yang lalu. Hijrah merupakan nilai yang harus hidup dalam setiap zaman. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hijrah memiliki dua dimensi, yaitu hijrah fisik dan hijrah maknawi. Hijrah fisik dilakukan ketika seseorang berpindah dari lingkungan yang menghalangi pelaksanaan agamanya. Adapun hijrah maknawi adalah meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa hijrah yang paling utama adalah hijrah hati kepada Allah dan Rasul-Nya. Menurut beliau, perubahan sosial yang besar selalu diawali oleh perubahan hati dan kesadaran individu. Pendapat para ulama tersebut menunjukkan bahwa hijrah bukan sekadar simbol keagamaan, tetapi merupakan proses transformasi yang melahirkan perbaikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.

Hijrah dan Tantangan Kehidupan Bangsa Indonesia

Indonesia saat ini berada pada fase yang sangat penting dalam perjalanan sejarahnya. Di satu sisi, bangsa ini memiliki potensi besar berupa sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, perkembangan teknologi, dan keberagaman budaya yang menjadi kekuatan nasional. Namun di sisi lain, berbagai tantangan juga masih dihadapi, seperti kemiskinan, korupsi, penyalahgunaan narkoba, rendahnya literasi, penyebaran informasi yang menyesatkan, serta munculnya sikap intoleransi dan polarisasi sosial.

Dalam situasi seperti ini, semangat hijrah menjadi sangat relevan. Bangsa Indonesia membutuhkan hijrah kolektif, yaitu perubahan pola pikir dan perilaku menuju kehidupan yang lebih bermartabat:

  • Hijrah dari budaya korupsi menuju budaya amanah.

  • Hijrah dari sikap individualistik menuju kepedulian sosial.

  • Hijrah dari kebencian menuju persaudaraan.

  • Hijrah dari kemalasan menuju kerja keras.

  • Hijrah dari pesimisme menuju optimisme.

Jika setiap individu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, maka perubahan besar pada tingkat masyarakat dan negara akan menjadi sesuatu yang mungkin diwujudkan. Allah SWT mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kemauan masyarakatnya untuk berubah.

Menumbuhkan Keberkahan dalam Kehidupan Berbangsa

Dalam Islam, keberhasilan tidak hanya diukur dari kemajuan materi, tetapi juga keberkahan. Keberkahan berarti bertambahnya kebaikan, manfaat, dan ketenangan dalam kehidupan. Allah SWT berfirman:

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)

Ayat ini memberikan pesan bahwa kemajuan suatu bangsa harus dibangun di atas nilai keimanan, kejujuran, kerja keras, dan keadilan. Tanpa fondasi moral yang kuat, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan membawa keberkahan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa. Keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dijadikan modal untuk membangun persatuan, bukan sumber perpecahan. Perbedaan pandangan politik, suku, maupun agama harus dikelola dalam semangat saling menghormati demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

Menatap Indonesia Emas dengan Spirit Hijrah

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat saat ini sedang menyiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, yaitu momentum satu abad kemerdekaan Indonesia. Visi besar tersebut menargetkan Indonesia menjadi negara maju, berdaya saing tinggi, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Namun Indonesia Emas tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, melainkan juga kecerdasan moral dan spiritual. Generasi muda harus tumbuh sebagai generasi yang berilmu, berkarakter, jujur, toleran, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.

Semangat hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Rasulullah SAW membangun peradaban Madinah bukan dengan kekerasan, tetapi melalui pendidikan, keteladanan, persaudaraan, dan kerja sama.

Pelajaran ini sangat relevan bagi Indonesia saat ini. Untuk mencapai Indonesia Emas, setiap warga negara harus menjadi bagian dari perubahan positif. Guru mendidik dengan ikhlas, pemimpin bekerja dengan amanah, aparatur melayani dengan jujur, pengusaha berusaha dengan integritas, dan generasi muda belajar dengan sungguh-sungguh. Ketika semangat hijrah menjadi budaya bersama, maka cita-cita besar bangsa akan lebih mudah diwujudkan.

Penutup

Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan pergantian kalender, tetapi momentum untuk melakukan refleksi dan transformasi diri. Hijrah mengajarkan bahwa keberhasilan dan keberkahan hanya dapat diraih melalui perubahan yang sungguh-sungguh menuju kebaikan.

Di tengah berbagai tantangan bangsa, semangat hijrah perlu dihidupkan kembali sebagai energi moral untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membangun kehidupan yang lebih adil serta bermartabat. Indonesia memiliki segala potensi untuk menjadi bangsa yang maju dan disegani dunia. Namun kemajuan itu harus dibangun di atas fondasi keimanan, kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial.

Semoga Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk berhijrah dari kebaikan menuju keberkahan, dari harapan menuju tindakan nyata, dan dari cita-cita menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang maju, beradab, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.

Wallāhu A’lam bi al-Ṣawāb.

Implementasi Nilai Hijrah dalam Pendidikan Karakter di Sumatera Utara

Dalam konteks regional, institusi pendidikan tinggi seperti UIN Sumatera Utara (UINSU) bersama organisasi kemasyarakatan Islam seperti Persatuan Islam (PERSIS) Sumut, memegang peranan strategis dalam membumikan konsep hijrah maknawi ini. Transformasi moral dan intelektual harus dimulai dari lingkungan akademik dan kepemudaan, mengingat Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah dengan tingkat keberagaman sosial yang sangat tinggi. Melalui integrasi kurikulum berbasis karakter dan penguatan literasi digital, generasi muda dapat dibentengi dari ancaman polarisasi serta bahaya dekadensi moral.

Langkah konkret yang dapat diambil mencakup optimalisasi dakwah digital yang menyejukkan, pengembangan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis syariah, serta pelatihan kepemimpinan yang berintegritas. Sinergi antara kaum akademisi, tokoh agama, dan pemerintah daerah di Sumatera Utara diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang kondusif. Dengan demikian, spirit hijrah tidak berhenti sebagai wacana tahunan, melainkan mewujud dalam aksi nyata yang mendorong percepatan pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Syahto
  • Website

Related Posts

Do’a Agar Terhindar dari Malapetaka atau Musibah: Benteng Spiritual dalam Kehidupan Sehari-hari

May 4, 2025

Hasil Penelitian Temukan Sertipikat Berada di Luar Garis Pantai, Kementerian ATR/BPN Akan Lakukan Proses Pembatalan

January 23, 2025

Tinjau Lapangan PKKPR, Kantor Pertanahan Labuhanbatu Evaluasi Pemanfaatan Ruang PT. Hijau Pryan Pradana

November 20, 2024
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

You must be logged in to post a comment.

Top Posts

Rianto SH MH Terpilih Aklamasi, Pimpin JMSI Sumut 2025–2030

October 2, 20255 Views

STOP ‘Budaya Trabas’ Finansial! Pelajaran Berharga dari Senator M. Nuh untuk Mahasiswa Sumatera Utara

October 27, 20254 Views

Imbas Dugaan Korupsi Proyek RKB, PERMA Labusel Desak Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Labusel

June 2, 20263 Views

Gaya Cerdas Senator KH. Muhammad Nuh: Bedah Tata Negara di Stadium General UIN Sumut

May 13, 20263 Views
Don't Miss

Hijrah dari Kebaikan Menuju Keberkahan: Relevansi Tahun Baru Islam dalam Kehidupan Berbangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

By SyahtoJune 16, 2026

NAWAWI NEWS – Setiap pergantian tahun selalu menghadirkan harapan baru di tengah-tengah masyarakat. Bagi umat…

Imbas Dugaan Korupsi Proyek RKB, PERMA Labusel Desak Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Labusel

June 2, 2026

Skandal Disdik Labuhanbatu Meledak: AMPK SU Desak Kejatisu Periksa Kadis AJP Terkait Pungli Proyek dan Jual Beli Jabatan

June 2, 2026

Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

May 26, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

NAWAWI NEWS SITE adalah mitra informasi terpercaya Anda yang hadir untuk memberikan berita terkini, akurat, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa akses terhadap informasi yang jujur dan berimbang adalah hak setiap individu, dan kami berkomitmen untuk menjadi sumber referensi yang dapat diandalkan di tengah derasnya arus informasi digital.

Email Us: info@nawawinews.site
Contact: +62 85362075040

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest TikTok Telegram
Our Picks

Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

May 26, 2026

Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android

May 25, 2026

Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

May 24, 2026
More

Kerja Sama dengan JICA, Dirjen PTPP Harap Pengelolaan Pertanahan Semakin Inovatif dan Berdampak

November 20, 2024
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Dribbble
  • Homepage
  • About Us
  • Redaksi
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
© 2026 Nawawi News Site by Nawawi News.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.